Benteng Pikiran penyelamat skill ngomong anda !!!
(Dari seri: Komunikasi Sehat dalam Hubungan)
Setiap pagi, sebelum kaki ini benar-benar melangkah ke ruang kerja dan percakapan hari ini dimulai, aku tahu ada satu hal penting yang harus lebih dulu kukenakan: apakah itu ? yap Namanya benteng pikiranku.
Bukan untuk bertahan dari serangan orang lain. Tapi agar aku tidak menyerang diriku sendiri lewat pikiran negatif yang datang tanpa diundang. Lah kenapa kudu siapan banteng pikiran …? Karena pikiran bakal mempengaruhi kesuksesan output komunikasi yang kita harapkan yaitu pemahaman dari orang lain.
Kadang berupa kekhawatiran: "Apa aku bisa menyelesaikan semua?"
Kadang berupa prasangka: "Kenapa dia kemarin begitu ya?"
Kadang berupa kelelahan tersembunyi: "Aku capek jadi penengah terus."
Hari ini, aku berhenti sejenak. Menata pikiranku bukan untuk membungkam emosi, tapi untuk mengenalnya dengan sadar. Aku bukan robot tanpa rasa, tapi juga bukan mesin reaksi yang harus ikut terbakar setiap kali suasana memanas.
Karena sekarang aku tahu:
Pikiran itu seperti awan—muncul, lewat, berubah bentuk. Tak perlu kuikuti semua arahnya.
Aku adalah kapten pikiranku sendiri . Aku bisa memegang kemudi, bahkan saat badai emosi melintas.
Aku tak harus larut menangis hanya karena adegan haru biru dalam layar pikiran yang sedang diputar.
Komunikasi sehat di kantor—dan di mana pun—selalu dimulai dari sini:
Dari pikiran yang cukup jernih untuk memilih tanggapan yang membangun.
Dari hati yang cukup tenang untuk bertanya:
“Apa yang dibutuhkan, bukan hanya apa yang aku rasakan?”
Hari ini aku memilih sadar.
Aku memilih tenang, bukan ekpresif .
Aku memilih membangun, bukan melawan.
Karena komunikasi yang menyembuhkan selalu berawal dari pikiran yang utuh, bukan pikiran yang retak oleh prasangka.
Jika saya dan anda ingin memperbaiki kualitas komunikasi anda dengan memilih pikiran seperti : "Oke, aku atur prioritas, ini tantangan." → merasa semangat
Peristiwanya sama, pikirannya beda, emosinya pun beda, alhasil komunikasinya pun beda juga.
Inilah kenapa pikiran sangat berpengaruh pada komunikasi yang sukses —karena kebahagiaan bukan berasal dari apa yang terjadi, tapi dari bagaimana kita berpikir tentang apa yang terjadi.
Gas pol bikin ringan komunikasimu mulai dari siapin banteng pikiranmu.
#CapacityBuildingArdhana
#IsnurinBonowiyati #CommunicationSpecialist
#OutboundYogya #InHouseTrainingYogya