BICARA BUTUH MISI, BUKAN AMBISI
“Make people feel, not just hear.”
Public speaking itu bukan soal pintar ngomong didepan banyak orang semata, tapi soal…apakah orang merasa “ketemu dirinya” saat mendengarkan kita.
Karena jujur saja, orang tidak akan ingat semua kata-kata kita. Tapi mereka akan ingat pada apa yang mereka rasakan saat kita bicara. Rasa apakah yang teringat ? yup rasa bahwa omongan kita itu relate dengan keberhargaan dirinya. Apesnya yang paling mudah ingat justru pada Bahasa tubuh kita. Apa lagi bahasa tubuh kita yang grogi, nafas kita yang memburu atau kita mondar mandir tak jelas, atau audience malah salah fokus pada intonasi anda seperti suara tinggi, Banyak filler word.
Nah audience tidak semestinya mendengar ambisi/ego/harapan kita yang tak disadari berwujud symptom yaitu Wajah tegang , Minim humor ,Ide kebanyakan ,Ngomong muter-muter , Mondar-mandir ,Terlalu energik ,Over time .Materi gak relevan ,Intonasi keras menghakimi. Semua itu sering bikin kecewa pendengar atau audience anda.
Kenapa bisa begitu padahal kita gak ingin mengecewakan mereka. Perhatikan symptom symptom diatas itu adalah sesuatu yang menandakan kita TIDAK SEDANG fokus ke audience , tapi ada sesuatu yang perlu kita beresin dengan diri kita sendiri. Seperti apa itu ? Misalnya tuntutan diri “Aku harus terlihat bagus” . “Materiku harus keren” .“Aku harus mengesankan” , ini kesempatan panggung untukku..Akhirnya…👉 sibuk tampil, 👉 lupa terhubung
Hati belum terhubung bukan karena kita gak peduli. Tapi karena kita masih sibuk memenuhi kebutuhan diri sendiri. Butuh di akui , butuh promosi diri, butuh diterima. Hmm buang dulu jauh jauh keinginan itu yak. Karena semua itu akan menjauhkan kita dari audience , Bisa jadi audience tepat dekat didepan kita , tapi hati tidak demikian dengan hati. Jauhhh sekali.
5 CARA DEKATI AUDIENCE
Cara ndeketin ego supaya siap mendengar dengan apa ? Latihan suara?, Latihan gesture?Latihan kata? 👉 Iya… tapi itu nanti. Setelah apa ? setelah selesai dengan diri sendiri. Ada 5 prinsip mendekati audience.
1. Latihan menjadi “BEING “dulu sebelum SPEAKING
Tanyakan : Saya ini lagi butuh apa saat ngomong? Saya ingin memberi… atau ingin diakui?
Saat diri sudah lebih “aman” alias tidak takut dinilai , tidak sibuk menghindari kritik ,tidak menyerang , akan muncul diri anda yang layak untuk didengar yaitu :👉 ketenangan, 👉 kejelasan.👉 kejujuran
Dan audience bisa merasakan bedanya.Public speaking itu bukan panggung untuk kita menggurui, menekan dan mengendalikan orang , Tapi ruang…di mana orang lain merasa: dipahami ,dikuatkan ,dan pulang dengan sesuatu yang berbeda dan itulah BEING seorang Public Speaker.
2 .Mulai dari yang sederhana:
One little Idea , but Important
Cukup satu Ide. Misal cukup satu atau tiga ide valid yang benar-benar ingin Anda tanamkan. Biasanya muncul dari kegelisahan anda dan anda ingin membantu orang dengan ide anda itu
Misalnya:
• “Menunda itu kelihatan kecil, tapi dampaknya bisa menghancurkan.”
• “Disiplin itu bukan bakat, tapi kebiasaan kecil yang diulang.”
Kalau ide Anda jelas, audience punya pegangan.Kalau tidak… mereka hanya dengar, tapi tidak menangkap apa-apa.
3. Cerita, bukan ceramah
Ide anda itu bisa bantu audience , namun ingat orang tidak suka digurui. Tapi orang tidak pernah bosan dengan cerita. Bukan cerita yang hebat…tapi cerita yang jujur dan dekat.
Bukan bilang:“Jangan menunda pekerjaan.” Tapi:“Saya pernah menunda satu hal kecil… dan itu jadi bola salju yang bikin saya stres sendiri.”
Di situ… audience mulai masuk.
Karena mereka merasa: “Ini saya banget…”
4. Otentik, bukan sempurna
Audience tidak butuh pembicara yang sempurna. Mereka butuh pembicara yang manusiawi. Pernah gagal Pernah bingung .Pernah salah.
Justru di situlah… relate terjadi.
5. Tujuan akhir adalah Transformasi NILAI
Ngomong itu bukan sekadar menyampaikan informasi.
Tapi menggeser cara pandang orang.
Dari:
• “Menunda itu biasa” → jadi “Menunda itu berbahaya”
• “Saya tidak bisa” → jadi “Saya ternyata bisa mulai”
Kalau setelah Anda bicara tidak ada perubahan cara berpikir…berarti belum terjadi transformasi. Kalau setelah Anda bicara…orang merasa lebih tenang, lebih kuat, lebih sadar…Berarti bukan cuma Anda yang ngomong. Tapi hati Anda… sampai ke hati mereka.
NAH…hati yang clear dan tenang , otomatis
👉 bicara jadi jelas
👉 bahasa jadi sederhana
👉 gesture jadi pas
👉 filler word berkurang sendiri.
Up skill intonasi, Bahasa tubuh dan penggunaan kalimat serta jam terbang itu untuk kebutuhan mencukupi variasi public yang anda hadapi. Yang ditunggu memang MISI anda. Don’t worry be Heppy.
Terakhir anda bisa mendengar testimoni seperti “Saya nyaman dengerin orang ini.”Bahkan nada tinggi pun terasa cocok saja, atau jika kita keliru kalimat pun tak jadi masalah besar, karena yang ditransfer anda adalah MISI bukan AMBISI.
#Isnurin Bonowiyati
#Productifity Specialist
#Public speaking Insight
#Ardhana EO Jogja
#Ardhana Training dan OutBound